Bolehkah Berhubungan Intim Dengan Dua Isteri Sekaligus?

Sharing is caring!

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Loading...

Saat ini saya ingin menanyakan satu masalah saja. Bolehkah bagi seorang suami yang memiliki dua istri mencampuri istri-istrinya pada waktu yang bersamaan?? Bagaimana hukumnya??

Mohon penjelasannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Jawaban:

Waalikumussalam Wr. Wb.

Saudara Sri yang dimuliakan Allah swt

Loading...

Sesungguhnya seorang suami yang menggauli dua istrinya sekaligus akan membawa pengaruh negatif bagi istri-istrinya itu sendiri selain dari penampakkan aurat seorang istri kepada istri yang lainnya.

Kemampuan seorang suami sangatlah terbatas untuk bisa memberikan kepuasan yang sama kepada kedua istrinya yang digaulinya secara bersamaan itu baik di dalam permainan-permaianan jima’nya maupun tempat ditumpahkan spermanya. Hal ini akan memunculkan kecemburuan bahkan kebencian di dalam diri istrinya yang tidak merasa terpuaskan oleh suaminya sementara dia menyaksikan secara langsung bahwa kepuasan itu dirasakan oleh istrinya yang lain.

Abdul Wahab Hamudah, penulis kitab “Ar Rasul Fii Baitih” mengatakan bahwa cemburu merupakan salah satu pembawaan wanita yang khas. Kecemburuan merupakan watak wanita dan memiliki bentuk yang bermacam-macam…. Seorang perempuan umumnya cemburu kepada jenisnya yang berpenampilan cantik, walau perempuan itu bukan saingannya terhadap laki-laki yang dicintainya. Perasaan cemburu itu lebih-lebih terhadap perempuan yang benar-benar menjadi saingan atau madunya… Selain itu kaum perempuan juga begitu cemburu atau tidak senang dengan memperlihatkan ekspresi sinisme, karena melihat seorang perempuan yang berhias secara mencolok atau berpakaian secara berlebih-lebihan, sehingga tampak tak wajar.” (Romatika dan Problematika Rumah Tangga Rasul hal 127)
Tentunya kecemburuan seorang istri terhadap istri suaminya yang lain akan jauh lebih besar jika sudah menyangkut perihal hubungan seks diantara mereka dengan suaminya terlebih lagi jika satu sama lain saling melihat mereka berhubungan.

Hal lainnya adalah didalam persetubuhan yang dilakukan seorang suami dengan kedua istrinya secara bersamaan memungkinkan diantara kedua istrinya akan saling memandang aurat mereka dan hal ini diharamkan menurut kesepakatan para fuqaha berdasarkan sabda Rasulullah saw ,”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain) dan berada didalam satu selimut.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Dengan demikian tidak diperbolehkan bagi seorang suami menggauli kedua istrinya secara bersamaan dalam satu tempat tidur atau menggauli salah satunya dengan disaksikan oleh istrinya yang lain.

Dibolehkan baginya untuk menggauli seorang istrinya setelah ia menggauli istrinya yang di lain di tempat yang terpisah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw yang berkeliling untuk menggauli istri-istrinya dalam satu malam.

Diriwayatkan dari Qatadah berkata bahwa Anas bin Malik pernah bercerita kepada kami bahwa Nabi saw pernah menggilir istri-istrinya dalam satu waktu sehari semalam dan jumlah mereka ada sebelas orang. Qatadah mengatakan,’Aku bertanya kepada Anas,’Seberapa kuat beliau saw?’ Dia menjawab,’Kami pernah memperbincangkannya bahwa kekuatan beliau saw sebanding dengan (kekuatan) tiga puluh orang.” Said berkata dari Qatadah,’Sesungguhnya Anas menceritakan kepada mereka bahwa jumlah istri-istrinya saw adalah sembilan orang.” (HR. Bukhori)

Wallahu A’lam

Sering Bacalah Ayat Ini Disaat Susah, Maka Allah Akan Hantar Seribu Malaikat Untuk Membantu Kesulitan Kita

Loading...

Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damsyik ke Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keldainya. Meskipun tak dikenali, ia membenarkan laki-laki asing untuk menyewa keldainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.

“Jom melalui arah sini,” ajak laki-laki penyewa keldai.

“Tidak, aku belum pernah melalui jalan itu. Mari lalui jalan yang lain. “Jawab si laki-laki. Mengelak.

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keldai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.”

Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti cadangan laki-laki yang menyewa keldainya.

Tak lama selepas itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Tempatnya curam dan curam. Laki-laki pemilik keldai melihat ada beberapa mayat terbaring di sana.

Tak disangka, laki-laki yang menyewa keldainya turun sambil mengacukan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu! ”

Laki-laki pemilik keldai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia kerana sukarnya tempat yang perlu dilalui.

“Ambil saja keldai kepunyaanku.

Bebaskan aku. “Ujar laki-laki pemilik keldai. Nyawanya terancam.

“Pasti. Aku tidak akan mensia-siakan keldaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu. “Gertak si laki-laki. Bengis.

Tak henti-henti, laki-laki pemilik keldai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Quran dan  hadis Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum.

Malangnya, laki-laki itu tak mengendahkan. Nafsu membunuhnya sudah kuat. Tak boleh dicegah. Mustahil untuk dihentikan.

“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keldai, “izinkanlah saya mendirikan solat. dua rakaat sahaja. ”

“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!”

Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keldai hilang. Pada masa sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak mempunyai kesabran itu terus menggertak dan menyuruhnya cepat.

Akhirnya, teringat satu ayat oleh laki-laki pemilik keldai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62,

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). ”

“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang penunggang kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu sehingga langsung tersungkur tanpa bernyawa. ”

“Siapakah engkau?” Tanya laki-laki pemilik keldai penuh heran sekaligus harus terima kasih.

“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”

Kisah yang menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun …..

Sumber: kisahikmah.com

 

Sharing is caring!

Loading...